Kelebihan AJT CogTest

dikutip dari Buku Manual Pengembangan AJT CogTest

AJT CogTest memiliki beberapa kelebihan dibanding dengan tes-tes lain yang mengukur kemampuan kognitif yang dikembangkan di Indonesia. Kelebihan tersebut antara lain:

 

AJT CogTest dikembangkan berdasarkan teori kecerdasan terkini.

Teori yang dipakai dalam pengembangan AJT CogTest adalah teori CHC yang merupakan teori mengenai kecerdasan individu yang paling komprehensif dan selalu diperbaharui oleh para penelitinya.

Memiliki kapasitas yang sama dengan tes yang lebih kompleks dan panjang.

AJT CogTest memang memiliki jumlah subtes yang banyak akan tetapi pengadministrasiannya tidak harus dilakukan pada semua tes. Pertimbangannya adalah setiap broad ability (broad ability) dapat dilihat sebagai kemampuan tunggal yang menunjukkan kemampuan individu karena merupakan broad ability (broad ability) merupakan dimensi yang terpisah dalam teori CHC.

Mudah diadministrasikan

AJT CogTest dapat dengan mudah diadministrasikan karena pengembangannya mempertimbangkan kesederhanaan administrasi. Rata-rata waktu administrasi satu subtes AJT CogTest adalah 20 menit dan tergantung dari kemampuan anak yang diukur.

Dapat diberikan kepada anak-anak dengan kebutuhan khusus.

Proses validasi AJT CogTest melibatkan beberapa anak dengan gangguan mental, misalnya ADHD. Hasil telaah yang dilakukan menunjukkan bahwa anak-anak dengan karakteristik tersebut tidak mengalami kesulitan untuk mengerjakan subtes-subtes AJT CogTest. Di sisi lain, proses penormaan AJT CogTest dilakukan pada anak-anak dengan karakteristik yang luas, beberapa anak memiliki gangguan mental sehingga norma yang dihasilkan dapat dipakai untuk anak-anak dengan karakteristik yang luas.

AJT CogTest Mempertimbangkan aspek Perkembangan Anak

AJT CogTest divalidasi dengan menggunakan berbagai pendekatan salah satunya adalah validasi berbasis perkembangan anak (developmental validation). Pada proses ini perubahan skor AJT CogTest antar usia dikaji dengan menggunakan kriteria perubahan perkembangan kognitif. Jika ada perubahan skor subtes AJT CogTest yang tidak sesuai dengan tren perkembangan, maka telaah lebih mendalam dilakukan ulang terhadap subtes tersebut maupun data yang didapatkan dari proses penormaan. Di sisi lain, Hasil dari pernormaan tes AJT dapat menjadi referensi tingkatan perkembangan (developmental milestone) anak Indonesia dalam hal kemampuan kognitif dikarenakan norma tes AJT disusun berdasar usia yang rinci yaitu usia per tiga bulanan.

Norma AJT CogTest dikembangkan dengan Menggunakan sampel yang diambil dari populasi anak-anak di Indonesia

Norma yang dipakai dalam pengembangan AJT CogTest adalah anak-anak dan remaja di Indonesia. Dengan demikian interpretasi terhadap skor yang dihasilkan oleh anak-anak yang dites akan mengacu pada anak-anak di Indonesia. Penggunaan anak-anak di Indonesia sebagai populasi normatif AJT CogTest meningkatkan validitas interpretasi terhadap skor yang dihasilkan dari pengukuran.