Skala Kepribadian merupakan alat yang dapat digunakan untuk memperkuat validitas sistem seleksi kerja (Schmidt & Hunter, 1998 dalam Chan, dkk. 2001). Selama lebih dari 30 tahun para ilmuan psikologi berkutat dengan masalah tipuan yang diberikan subjek dalam merespon aitem tes kepribadian (Smith, 1999). Silverthorn and Gekoski (1995) dalam Beere, dkk (1996) menyatakan bahwa beberapa tes pengukuran diri dapat dipengaruhi oleh aspek kepatutan sosial. Perhatian utama dari para pengguna skala pelaporan pribadi yang meliputi skala kepribadian dan psikopatologi adalah adanya kerentanan skala-skala tersebut terhadap adanya tipuan (Anastasi, 1988 dalam Holden, dkk 1992). Hasil penelitian membuktikan bahwa tes non-kognitif seperti halnya pengukuran kepribadian dan biodata rentan terhadap bias tipuan yang dilakukan oleh subjek (Hough et al., 1990; Kluger, Reilly, & Russell, 1991; Ones, Viswesvaran, & Korbin, 1995 dalam Douglas, dkk 1996). Lautenschlager dan Flaherty (1990) dalam Beere, dkk (1996) membuktikan bahwa kepatutan sosial dapat berpengaruh dalam penggunaan skala pengukuran diri yang digunakan untuk mengukur emosi, sikap, dan karakteristik kepribadian lainnya.
Public Release
Penelitian Mandinach, Bridgeman, Cahalan‐Laitusis, & Trapani (2005) menunjukkan bahwa waktu dan pembagian waktu secara terpisah lebih menguntungkan siswa. Beberapa waktu tambahan dapat meningkatkan kinerja akan tetapi terlalu banyak dapat mengganggu validitas. Waktu tambahan bermanfaat bagi siswa berkemampuan sedang dan tinggi tetapi memberikan sedikit atau tidak ada keuntungan bagi siswa berkemampuan rendah. Efek dari perpanjangan waktu lebih jelas untuk bagian matematika dari SAT. Implikasi untuk perubahan potensial pada SAT dan kebutuhan untuk penelitian masa depan dibahas. Tulisan lainnya adalah Theory Based University Admissions Testing for a New Millenium (Stenberg, Collaborators, & Collaborators, 2004). Jurnal ini menjelaskan dua proyek berdasarkan teori intelijen sukses Robert J. Sternberg dan dirancang untuk memberikan pengujian berbasis teori dalam penerimaan di universitas. Pertama, Rainbow Project, memberikan tes tambahan keterampilan analitis, praktis, dan kreatif untuk meningkatkan SAT dalam memprediksi performansi di perguruan tinggi. Rainbow Project mengukur validitas prediktif yang ditingkatkan untuk IPK perguruan tinggi relatif terhadap IPK sekolah menengah. Kedua, Proyek University of Michigan Business School, memberikan tes tambahan berupa keterampilan praktis untuk Graduate Management Admission Test (GMAT) dalam memprediksi kinerja di sekolah bisnis. Skor pada dua jenis ukuran keterampilan praktis memprediksi kinerja di dalam dan di luar kelas dan menjelaskan perbedaan kinerja diluar skor GMAT dan IPK sarjana. Langkah-langkah tersebut cenderung menunjukkan kesenjangan yang lebih sedikit mengenai gender dan ras atau kelompok etnis daripada GMAT. Temuan dari kedua proyek menunjukkan nilai potensial termasuk berbagai kemampuan yang lebih luas dalam pengujian penerimaan mahasiswa.
Fakultas Psikologi UGM memiliki tes potensi akademik yang bernama tes potensi akademik Pascasarjana (PAPS) yang merupakan instrumen pengukuran yang dipakai secara intensif dalam proses seleksi calon mahasiswa pascasarjana di lingkungan UGM. Tes ini dikembangkan semenjak tahun 2008 oleh dosen-dosen di Fakultas Psikologi UGM. Hingga kini tes tersebut masih dipakai oleh UGM dalam menyeleksi calon mahasiswa pascasarjana di lingkungan UGM. Tes ini setiap tahun dievaluasi dan diadministrasikan oleh Unit Pengembangan Alat Psikodiagnostika (UPAP). Hasil evaluasi yang dilakukan menunjukkan bahwa Tes PAPS memiliki validitas yang memuaskan. Namun demikian, Tes PAPS memiliki potensi untuk meningkatkan kualitasnya dari aspek yang lain untuk mengakomodasi tuntutan dan relevansi perubahan zaman.
Situational Judgment Test (SJT)
Unit Pengembangan Alat Psikodiagnostika (UPAP)
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada
Oleh: Wahyu Widhiarso
Latar Belakang
Fakultas Psikologi UGM memiliki akar dan tradisi yang sangat kuat dalam hal penelitian terutama dalam bidang pengembangan alat ukur. Secara historis para pendiri Fakultas Psikologi UGM adalah para pakar dalam metodologi penelitian dan para ahli psikometri. Akar dan tradisi ini hingga saat ini masih lestari dan menjadi keunggulan komparatif Fakultas Psikologi UGM. Fakultas Psikologi UGM secara berkesinambungan melakukan penelitian dan pengembangan instrumen untuk mendukung aktivitas asesmen psikologi.

